“Rumah dinas atau kediaman kepala daerah adalah simbol bagi daerah juga marwah bagi kepala daerah,” ujarnya.
Ibnu Sina melanjutkan, “Mengingat masa kepeminpinan, kemungkinan saya tidak sempat menempati. Namun, setidaknya ada penerus saya sudah memiliki rumah dinas,” tuturnya.
Dikatakannya, ada beberapa konsep arsitektur rumah dinas yang akan dibangun nantinya yang bercirikan khas Banjar, seperti Gajah Manyusu, Balai Laki, Balai Bini. “Jadi tidak mesti rumah Banjar bubungan tinggi, karena banyak ciri rumah khas Banjar,” jelasnya.
Terpisah, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin, Agus Suyatno, mengatakan pembuatan DED rumdin wali kota akan dilelang dengan nilai sekitar Rp 300 juta.
Seperti apa hasil DED oleh konsultan, ujar dia, akan disampaikan ke Wali Kota.
“Perkiraan tahun ini juga DED selesai. Setelah itu, tahun depan, 2023, mulai pembangunan fisik dengan target bulan Desember selesai. Jadi pada 2024 suda bisa ditempati wali kota,” ujarnya. (edj)
Editor: Erna Djedi







