Sekjen Muslim World League Akui Keharmonisan RI di Tengah Keanekaragaman Etnis, Budaya dan Agama
WARTABANJAR.COM, RIYADH - Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Abul Aziz Ahmad, melakukan pertemuan dengan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Muslim World League (MWL atau Rabithah 'Alam Islamiy), Dr. Muhammad Al-Issa di Riyadh, Arab Saudi (13/01/2022).
Pertemuan tersebut diselenggarakan untuk membahas upaya peningkatan hubungan kerja sama Indonesia dengan MWL, terutama dalam menangani ideologi radikal, penguatan dan penyebaran konsep 'Wasathiyah Islam' (Moderasi Islam).
Sekjen MWL memuji Indonesia sebagai nega ra teladan yang perlu ditiru oleh setiap negara di dunia, karena mampu menjaga keharmonisan di tengah keanekaragaman etnik, budaya dan agama.
“Sangat sulit menemukan negara lain yang semampu Indonesia dalam mengelola perbedaan yang dimilikinya," kata Sekjen MWL, dilansir siaran pers Kemlu, Senin (24/1/2022).
Dubes RI menyampaikan terima kasih atas pandangan positif Sekjen MWL terhadap Indonesia seraya mengharapkan agar MWL dapat terus bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia dalam menyebarkan pemahaman Wasathiyah Islam di Indonesia melalui berbagai program kerja sama.
“Penguatan dialog menjadi sangat penting dalam memelihara kehidupan beragama yang harmonis, baik antar sesama muslim maupun antara muslim dan non-muslim di Indonesia," kata Dubes RI menjelaskan.
Salah satu misi utama MWL adalah menyebarkan pemahaman 'Wasatiyah Islam' kepada dunia serta melawan ideologi radikal dan Islamofobia dengan bijaksana (hikmah), sesuai tuntunan Islam.
Menurut Dr. Al-Issa, perumusan konsep 'Wasatiyah Islam' telah tertuang dalam Piagam Mekah yang ditandatangani oleh banyak ulama dari berbagai negara di dunia dan berbagai mazhab Islam.
Dengan adanya Piagam tersebut, umat dengan sangat mudah dapat membedakan kelompok dengan konsep 'Wasathiyah Islam' yang benar dan kelompok dengan konsep baru atau yang mencampuradukkan konsep Islam dengan agama lain.
Sementara dalam menghadapi Islamofobia, perlu dikedepankan metode dialog dengan membangun hubungan baik antar umat beragama.
Islamofobia yang berkembang di Eropa selain disebabkan oleh ketidaktahuan tentang Islam, juga dipengaruhi oleh ulah umat Islam sendiri yang tidak menunjukkan perilaku Islam yang benar.