PSSI Hujan Kritik Pasca Kekalahan Telak Timnas Wanita dari Australia

“Nah, ini mereka udah tidak banyak bertanding, tiba-tiba dibentuk dan dikirim, ya pasti kalah. Apalagi, Australia itu levelnya sudah sangat jauh. Lawan Thailand saja kita susah menang,” jelasnya.

Salah satu yang mengkritik federasi adalah pengamat sepak bola senior Weshley Hutagalung. Weshley heran karena sempat mendengar kendala di TC timnas putri Indonesia. 

Dikritik Dia pun mempertanyakan keseriusan federasi hingga menyinggung pendanaan untuk persiapan Garuda Pertiwi.

“Pada Desember kemarin, saya masih dengar bisik-bisik dari kubu kita sendiri, ‘Kapan ya timnas putri TC? Kan sudah mau tanding ke India, masa nggak ada anggaran, masa nunggu anggaran dari Kemenpora melulu’,” kata Weshley dalam suatu acara di salah satu stasiun berita nasional.

“Federasi yang mengurus sepak bola ini kemana? Desember loh saya mendengar omongan itu, sementara kita mau tanding bulan Januari,” ucapnya. 

“Sepak bola putri kita ini istilahnya seperti sudah di bawah anak tiri,” tuturnya menambahkan. 

PSSI sendiri baru menyiapkan TC timnas putri Indonesia yang terjadwal dari tanggal 12 sampai 30 Desember 2021. 

Persiapan Garuda Pertiwi yang mepet itu pun “hanya” di Jakarta dan cuma beruji coba melawan klub putri lokal.

Weshley sekali lagi menyayangkan pembinaan timnas putri Indonesia yang tak berjalan maksimal.

“Ketika kita melepas tim, lihat komunikasi yang keluar dari federasi. Harusnya federasi punya komunikasi saat kita dihajar 18-0 ini,” lanjut eks Pemimpin Redaksi Tabloid BOLA itu.

“Memang, bukan pertama kali kejadian (kekalahan telak di timnas putri). Singapura pernah dibantai Korea Utara 24-0, tapi itu kan tahun-tahun lalu,” tuturnya.

“Kalau bicara soal timnas putri, tahun 1970/1980-an kita sudah main di Piala Asia, meskipun pesertanya masih sedikit,” ujarnya.

“Kita masuk semifinal, kalah di perebutan tempat ketiga. Itu sudah pernah terjadi, tapi mengapa hilang begitu saja? Nggak menarik untuk dikelola, nggak ada uangnya,” ungkap Weshley. (*)

Editor: Erna Djedi