“Secara total, generasi anak-anak bersekolah saat ini dapat kehilangan US$17 triliun potensi pendapatannya kelak,” tandasnya.
Sebab itulah, tanda Fore lagi, penutupan sekolah secara nasional perlu dihindari sebisa mungkin.
Saat angka penularan COVID-19 meningkat dan protokol kesehatan masyarakat harus diperketat, sekolah selayaknya menjadi tempat terakhir yang ditutup dan tempat pertama untuk dibuka kembali.
“Kita tahu, langkah mitigasi penularan penyakit di sekolah berjalan efektif. Pengetahuan ini harus digunakan untuk sejauh mungkin menjaga agar sekolah tetap dibuka.
Dia melanjutkan, “Kita juga harus tingkatkan investasi di bidang konektivitas digital untuk memastikan tak ada seorang pun anak yang tertinggal.
Fore menegaskan kembali, 2022 tidak boleh menjadi tahun saat pendidikan terhenti untuk kesekian kalinya. “Tahun ini seharusnya menjadi tahun ketika pendidikan dan kepentingan terbaik anak diutamakan,” ujarnya. (edj)
Editor: Erna Djedi







