Absen Gulat Lantaran Pandemi, 111 Pegulat se Kalimantan Kembali Adu Fisik di Turnamen Gulat U-15 se Kalimantan di Banjarmasin
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN-Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar Kejuaraan Gulat antar wilayah, bertajuk Open Turnamen U-15 se Kalimantan di GOR Hasanuddin Majedi (HM), Banjarmasin, 10-13 Desember 2021.
Kejuaraan ini diikuti 111 peserta, dengan mempertahankan 3 kategori yakni Gaya Bebas Putera (10 kelas), Gaya Bebas Putri (10 kelas) dan Grego Putera (10 kelas).
Ketua Umum PGSI Kalsel, Zakly Asswan mengatakan, kejuaraan ini digelar sebagai pelepas dahaga para atlet yang sudah lama tidak merasakan atmosfer kompetisi lantaran pandemi.
"Selama ini kita selalu kesulitan menggelar agenda karena pandemi. Hadirnya kejuaraan ini diharapkan mampu membangkitkan semangat pegulat muda. Selain itu, kejuaraan ini juga sekaligus wadah evaluasi bagi pengcab untuk mengukur sejauh mana proses pembinaan yang mereka lakukan selama ini," ujarnya.
Pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Dispora Kalsel ini berpesan kepada para atlet agar bertanding dengan segenap kemampuan terbaik, dan menanamkan rasa sportifitas sejak dini.
"Yang penting pegulat-pegulat ini bertanding dengan spirit sportifitas. Sebagaimana pesan gubernur kita, Paman Birin, jiwa sportif itu harus dipupuk sejak dini," ucapnya.
Kejuaraan ini bukan hanya diikuti oleh 11 pengcab kabupaten dan kota se Kalimantan Selatan, tetapi juga ada peserta dari Kalimantan Timur yang merupakan rival berat Kalsel di cabor gulat.
"Ini membuktikan bahwa kita tidak tertutup. Kalau perlu satu Indonesia kita undang. Kita memikirkan juga kemajuan gulat di Kalimantan, bukan hanya Kalsel yang maju tapi satu Kalimantan," tandasnya.
Terakhir, Zakly berharap melalui kejuaraan ini akan muncul bibit potensial pegulat yang mampu menghadirkan prestasi, bukan hanya tingkat nasional, tapi juga internasional.
"Kita berharap cabor gulat ini ada yang juara olimpiade nantinya. Dulu, Bulgaria biasa sparing partner dengan kita, dan kita mampu mengimbangi. Sekarang, mereka (Bulgaria) bisa jadi juara dunia. Kenapa Indonesia tidak?" pungkasnya.
Selain mempertandingkan sejumlah kategori, kejuaraan ini juga menghadirkan wasit nasional.
Disamping itu, turut digelar pelatihan wasit untuk memunculkan wasit-wasit gulat yang berkualitas. (qyu)
Editor: Yayu Fathilal