Sementara itu, soal naturalisasi pemain Iriawan menjelaskan bahwa saat ini PSSI telah memproses para pemain naturalisasi untuk keperluan timnas Indonsia.
“Saat ini, PSSI sedang memproses empat pemain berdarah Indonesia yakni Sandy Walsh, Jordi Amat, Kevin Diks dan Mees Hilgers. Proses naturalisasi pemain memang tidak gampang, perlu waktu dalam proses administrasinya dan dokumen yang lengkap. PSSI juga mengecek dokumen para pemain ini apakah benar punya darah Indonesia. Karena bila dokumen tidak ada atau tidak diakui FIFA bisa saja kasus Marc Klok terulang. Saat itu dia tidak bisa membuktikan bahwa dirinya keturunan Indonesia. Kami menunjuk salah satu anggota Komite Eksekutif yakni Hasani Abdulgani untuk mengurusi hal ini,” urainya.
Untuk update venue BRI Liga 1 2021/2022 serie terakhir di Bali salt ini sedang didalami oleh PSSI dan PT LIB termasuk kemungkinan dihadiri penonton.
“Memang ada keinginan dari pemerintah agar Liga 1 ada penonton. Ini terkait dengan persoalan ekonomi juga, apalagi gelaran Super Bike di sirkuit Mandalika, NTB sudah dihadiri penonton,” kata dia.
Dia melanjutkan, “Jika oke, seri terakhir BRI Liga 1 2021/2022 akan digelar di Bali dengan penonton pada tahun depan. Berapa persen penontonnya akan terus kita kaji. Kami terus berkoordinasi dengan Kemenpora.”
“Kemenkes, BNPB, Satgas Covid-19, Koordinator PPKM di Pulau Jawa-Bali, dan Kepolisian. Intinya PSSI dan LIB ikut apa yang diarahkan pemerintah dan diminta pemerintah. Yang paling penting bagi PSSI dan PT LIB, kompetisi jalan, tidak ada kluster baru Covid-19, dan bisa membantu UMKM sejumlah daerah,” tutup Iriawan. (edj)
Editor: Erna Djedi







