Buruh Berdemo di DPRD Kalsel, Tuntut Kenaikan Upah Minimum Provinsi 2022

Ia juga mengungkapkan, kalau buruh sudah setahun ini belum ada mengalami kenaikan gajih.

“Pandemi Covid-19 jangan dijadikan alasan untuk tidak menaikan UMP. Karena dimasa pandemi yang mulai melandai ini membuat kebutuhan para buruh semakin meningkat,” beber Yoeyoen.

Ketua FSPMI juga menuturkan, kalau aksi kali ini tidak membuahkan hasil, pihaknya tetap melakukan aksi lagi.

“Mau tidak mau, suka tidak suka, kita akan tetap melakukan aksi. Tidak hanya FSPMI, tapi kita akan ajak Aliansi Buruh Banua juga,” tutur Yoeyoen.

Sementara itu, Sekertaris Komisi IV DPRD Kalsel, Firman Yusi, mewakili DPRD Kalsel dalam menghadapi massa aksi, dan kemudian mengajak perwakilan dari massa aksi untuk melakukan mediasi di gedung DPRD Kalsel.

Sementara ini, mediasi antara perwakilan massa aksi FSPMI dengan pihak DPRD Kalsel masih berlangsung di gedung DPRD Kalsel.

Adanya aksi ini membuat sebagian ruas jalan Lambung Mangkurat terpaksa harus ditutup, guna memperlancar aksi ini dan juga tidak menimbulkan kemacetan arus lalu lintas. (qyu)

Editor: Erna Djedi