Sementara itu Faisal dari Himpunan Keluarga Tani Indonesia (HKTI) Kabupatrn Banjar mengatakan, dari 54 persen luasan pertanian di Kertak Hanyar harus mendapat perhatian, terutama saluran irigasi dan drainasenya.
“Apakah saluran drainasenya sudah berfungsi dengan maksimal, juga saluran irigasi yang memadai,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan yang dilakukan juga harus memperhatikan faktor lingkungan. Ia menjelaskan pembangunan dibelakang tembok gedung hendaknya dibikin jalan.
“Hal ini dilakukan agar tidak ada limbah cair yang mengalir kebelakang gedung,, karena adanya jalan,” ujarnya.
HM Hilman berharap konsultasi publik tersebut bisa menghasilkan solusi yang baik untuk pertanian, jangan sampai lama kelamaan sektor pertanian akan terpinggirkan. (Bjr)
Editor : Hasby







