Ketum PBNU Said Aqil Siroj Jelaskan Sejarah Awal Peringatan Maulid Nabi Muhammad

Ucapan Ka’ab itu sampai terdengar ke telinga sahabat Nabi. Para sahabat pun meminta izin untuk mencari Ka’b dan membunuhnya jika sudah ketemu.

“Anehnya, Nabi mengizinkan. Para sahabat pun mulai mencari Ka’ab,” imbuh Kiai Said.

Kabar pemburuan itu ternyata terdengar oleh Ka’ab sebelum ia tertangkap.

Segera ia menyamar menemui Rasulullah di Madinah dengan wajah ditutupi syal berwarna merah.

Begitu bertemu Rasulullah dan yakin bahwa Nabi tidak mengenalinya.

Ka’ab berkata pada Nabi: “Katanya kau sedang mencari Ka’ab bin Zuhair, kalau dia datang ke sini dan minta maaf, engkau maafkan enggak?”

“Saya maafkan,” jawab Rasulullah.

“Kalau dia masuk Islam, apakah kamu percaya?” lanjut Ka’ab.

“Saya percaya,” jawab Rasulullah.

Ka’ab pun membuka syalnya dan mengaku bahwa dirinya adalah Ka’ab yang sedang Nabi cari.

“Silakan, sayalah Ka’ab bin Zuhair yang engkau cari itu. Terserah mau kau apakan. Mau kau bunuh atau apa, terserah,” terang Ka’ab pasrah.

“Nabi tersenyum dan memaafkannya. Lalu Ka’b masuk Islam. Setelah menyatakan masuk Islam, segara ia mengeluarkan syair (pujian untuk Nabi),” pungkas Kiai Said. (*)

Sumber: NU Online
Editor: Erna Djedi