Namun, Rusdian tidak menemukan anaknya itu di pondoknya. Dia hanya melihat pintu pondok yang terbuka.
“Kunci pondok memang cuma Hariyadi yang memegang,” ujarnya.
Setelah tidak menemukan anaknya di dalam pondok, Rusdian pun berusaha mencari di sekitar pondok, namun tidak ada.
Rusdian terus mencari anaknya, namun tidak ketemu juga di hutan sekitar pondok.
Lantaran hari menjelang malam, Rusdian pun melakukan pencarian lebih jauh ke sekitar pohon karet tempat di mana Hariyadi biasa menyadap.
Rusdian mencari sambil berteriak memanggil nama anaknya.
Sampai di suatu tempat sekitar pohon karet tersebut, Rusdian sempat mendengar suara mirip suara anaknya yang memanggil ‘abah’ (ayah).
Namun hanya sekali dan sesaat, suara itu pun langsung hilang.
Berdasarkan data dari rekanan, lokasi atau titik ayah korban mendengar suara tersebut berada pada koordinat
2°41’42″S 115°21’54″E. (ehn)
Editor: Erna Djedi







