WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN-Penduduk Singapura bersiap menjalani kehidupan era normal baru yang berdampingan dengan COVID-19 untuk 3-6 bulan ke depan.

Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong mengatakan, infeksi COVID-19 di negaranya mungkin masih akan melonjak dalam beberapa waktu ke depan.

Kendati demikian, pihaknya mengklaim Singapura siap dan lebih kuat dalam menghadapi virus tersebut.

Kebijakan tes dan isolasi pasien COVID-19 juga akan disederhanakan.

Mengingat, dari pendapat para ahli kesehatan, tes COVID-19 mungkin tidak lagi diperlukan lantaran sebagian besar penduduk Singapura sudah divaksinasi.

"Setiap hari, Singapura semakin kuat, lebih tangguh, dan lebih siap untuk hidup dengan virus di tengah-tengahnya," katanya dalam sebuah pidatonya di acara televisi setempat, Sabtu (9/10/2021) dikutip Minggu (10/10/2021).

Lee menyebut akan menerapkan sejumlah aturan baru ketika fase new normal ini berlangsung.

Di antaranya adalah untuk sebagian besar pasien COVID-19 dengan gejala ringan dan sedang menjalani rawat jalan di rumah.

"98 persen pasien COVID-19 dapat pulih dari penyakitnya sendiri, seperti halnya flu, adalah alasan mengapa Singapura sangat bergantung pada pemulihan secara mandiri di rumah," jelasnya dikutip dari The Strait Times, Sabtu (9/10/2021).

Reuters juga melaporkan, pemerintah Singapura mengklaim akan memperketat aturan bagi mereka yang belum melakukan vaksinasi COVID-19.

Warga yang belum divaksin akan dilarang memasuki pusat perbelanjaan makanan di restoran dan pusat jajanan serta tempat publik lainnya.

Protokol Kesehatan Baru Singapura Saat New Normal

Pemerintah Singapura membuat tiga protokol kesehatan baru yang akan diterapkan mulai Senin (11/10/2021) besok.