ISIS-K Membom Masjid di Afghanistan Saat Shalat Jumat, 100-an Orang Tewas

“Itu adalah insiden yang sangat mengerikan,” kata saksi, seorang guru yang tinggal dekat masjid.

“Banyak tetangga kami terbunuh dan terluka. Seorang tetangga berusia 16 tahun. Mereka bahkan tak dapat menemukan setengah tubuhnya.”

Taliban sendiri bukan suara soal kejadian ini. Kepala Keamanan Taliban di kota itu menuduh penyerang masjid sengaja mengadu domba Syiah dan Sunni.

“Kami meyakinkan saudara-saudara Syiah kami, bahwa di masa depan, kami akan memberikan keamanan bagi mereka. Bahwa ini tak akan pernah terjadi lagi,” tegas Mulawi Dost Muhammad.

Serangan ini dikecam keras Sekjen PBB Antonio Guterres. Ia meminta pelaku diadili.

“Mengutuk serangan mengerikan ini,” ujarnya menunjuk kejadian yang terjadi ketiga kalinya di lembaga keagamaan Afghanistan dalam seminggu terakhir itu.

Sementara itu, Amerika Serikat (AS) dan Taliban disebut mengadakan pertemuan tatap muka pertama dengan Taliban. Ini adalah yang pertama kalinya sejak pasukan AS angkat kaki dari negeri itu 31 Agustus.
Pertemuan berlangsung di Doha, Sabtu (9/10/2021). Delegasi AS menekankan ke Taliban untuk memastikan teroris tidak membuat pangkalan untuk serangan di negeri itu.

AS juga meminta Taliban membuat pemerintahan inklusif dan menghormati hak-hak perempuan dan anak. “Kami tegas bahwa legitimasi apa pun harus diperoleh melalui tindakan Taliban sendiri,” kata pejabat luar negeri AS.

Taliban sendiri kini sedang mencari pengakuan internasional. Ini termasuk bantuan untuk menghindari bencana kemanusiaan dan meredakan krisis ekonomi Afghanistan. (berbagai sumber)

Editor: Erna Djedi