WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin sukses dalam memberikan pelayanan kesehatan jantung. Hal ini berdasarkan hasil dari melakukan intervensi koroner kepada 8 pasien dengan teknologi baru yang ada di rumah sakit Jalan A Yani Km 2 Banjarmasin itu.

Dengan demikian, warga Kalimantan Selatan yang berobat terkait pemasangan ring atau cincin jantung dan pembuluh darah tidak perlu lagi dirujuk ke Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita. RSUD Ulin sudah bisa melayani.

“Alhamdulillah kami sudah berhasil memberikan pelayanan kesehatan jantung selama dua hari dengan 8 orang pasien untuk pemasangan stent atau cincin, dengan teknologi baru dan tidak dirujuk lagi ke RSJPDHK, jadi cukup dilayani di RSUD Ulin Banjarmasin,” ucap Direktur RSUD Ulin Banjarmasin dr Suciati, Jumat (24/9/2021).

Selama dua hari sejak Kamis (23/9) dan Jumat (24/9), RSUD Ulin Banjarmasin kedatangan tim dari Kemenkes RI dan dokter-dokter spesialis dari RSJPDHK dalam rangka pelayanan pasien jantung dengan teknologi baru .

RSUD Ulin termasuk dalam 54 RS di seluruh Indonesia yang akan dikembangkan khususnya pelayanan kardiovaskular atau penyakit jantung dan pembuluh darah, dan RSJPDHK sebagai RS pengampu.

Ketua Kelompok SMF INB KV RSJPDHK Dr dr Doni Firman SpJP(K) menyampaikan bahwa saat ini pelayanan kardiovaskuler masih kebanyakan yang kasus sulit itu di RSJPDHK, sehingga waktu tunggu sangat panjang, terutama pasien yang akan menjalani bedah jantung, apalagi bedah jantung anak, waktu tunggu di RSJPDHK itu sekitar dua tahun.

“Kami sangat senang, RSUD Ulin dan Pemprov Kalsel sangat komitmen dalam hal ini, saya mendengar sudah dibentuk pusat jantung terpadu. Itu merupakan langkah strategis yang sangat tepat untuk pengembangan pelayanan kadiovaskuler di RSUD Ullin,” pungkasnya.

RSUD Ulin akan mengembangkan intervensi non bedah dan juga bedah. Kemenkes RI menargetkan tahun ini sudah dilaksanakan bedah jantung terbuka di RSUD Ulin.