Rizana Mirza menjelaskan, perpanjangan PPKM level 4 ini merupakan penilaian berdasarkan PPKM level 4 sebelumnya, yang mana pada Agustus mengalami masa puncaknya. Tetapi pada akhir Agustus dan September, di Banjarbaru sudah mengalami penurunan yang sangat drastis.
Hal itu bisa dilihat dari penggunaan tempat tidur di rumah sakit sudah turun 50 persen, angka kesembuhan juga sudah signifikan turun.
“Memang angka kematian pada Agustus cukup tinggi, tetapi itu merupakan kumulatif dari awal pemberlakuan PPKM, kemungkinan karena angka kumulatif ini yang mempengaruhi perpanjangan PPKM level 4 di Banjarbaru ini,” jelasnya.
Beberapa pantauannya, ternyata mobilitas masyarakat di Banjarbaru cukup tinggi, kotanya kecil tetapi perkantoran instansi pemerintah baik vertikal berlokasi di Banjarbaru dan pegawainya dari luar Kota Banjarbaru.
Dirinya pun mengajak agar bersama-sama setiap individu menjalankan protokol kesehatan sebaik-baiknya. Jangan abai dan euforia dengan penurunan angka Covid-19 ini. (has)
Editor : Hasby







