Kisah Lord Adi Tembus Top 3 MasterChef, Berbekal Uang Rp1,5 Juta Berangkat dari Tanah Datar

Berangkat dengan serba keterbatasan Adi hanya mengantongi uang tunai Rp1,5 juta.

“Saya bersyukur diterima, saya membawa tekad dan semangat 100 kali lipat lebih besar dari uang Rp1,5 juta tersebut,” kata Adi dikutip dari chanel Youtube lord adi mci8

Setibanya di Jakarta Adi pun mulai berkenalan dengan beberapa peserta lainnya seperti Yogi, Wita Febs dan lainnya.

Untuk audisi on air yang pertama ternyata peserta disuruh memasak di hadapan juri dengan bahan yang disiapkan peserta sehingga harus membeli sendiri.

Awalnya Adi berencana belanja bahan masakan ke mall, ternyata harga bahan masakan di mall mahal dan tak terjangkau oleh kantong karena hanya punya uang Rp1,5 juta.

“Saat itu semua orang belanja di mal, saya ingin belanja di pasar tradisional saja agar lebih murah dan bisa ditawar dengan Rp500 ribu sudah dapat makanan enak, namun tidak bisa karena panitia menilai tidak aman dari sisi protokol kesehatan,” ujarnya.

Beruntung Adi mendapat slot terakhir saat audisi, sehingga banyak bahan sisa peserta lain yang tidak terpakai.

Akhirnya Adi menggunakan bahan sisa peserta lain untuk memasak. Memasak gulai bebek dengan perkedel kentang bebek ia peroleh dari Viktor karena peserta itu membeli satu ekor bebek utuh dan hanya memakai bagian dada.

Santan pun ia dapat dari Bryan dan bumbu-bumbu Indonesia ia dapatkan dari Olive dan Witha.

Karena Adi banyak mendapatkan bahan dari peserta lain saat berbelanja, akhirnya ia cuma membeli daun ginseng dengan harga Rp2.500 saja di mall.

“Saya senang sekali, jadi tidak perlu belanja yang lain, cukup keluar uang Rp2.500 bisa buat hidangan enak,” katanya.

Masalah pun muncul. Untuk memasak perkedel ternyata tidak ada peserta lain yang punya telur ayam.

Karena menginap di hotel Adi punya ide untuk menukarkan sarapan paginya dengan tiga butir telur ayam mentah yang ada di restoran hotel. Ia pun mendapatkannya dan membuat perkedel kentang yang enak.

Berguru dari Chef Italia

Pengalaman dan keterampilan memasak ternyata diperolehnya saat bekerja sebagai juru masak di Malaysia pada 1999 hingga 2002.

Adi benar-benar memulai dari nol saat bekerja dengan seorang Chef dari Italia yaitu Ricky Palante. Chef tersebut dimata Adi amat hebat dan mengajarinya dari hati hingga pengalaman tersebut mengantarkannya menjadi hero saat ini.

Masuk dalam galeri sejak 18 besar sampai 10 besar hidangan yang dimasak Adi terbilang biasa karena tidak pernah sekali pun tampil sebagai pemenang.

Saat di galeri Adi mencoba mengingat kembali memorinya ketika menjadi juru masak ketika belajar chef Italia 18 tahun silam.

Ia mencoba mengingat apa yang telah dipelajari dulu karena memang Adi tak memiliki dan membaca buku resep masakan sama sekali selama berkompetisi.

Adi memakai strategi pada tantangan pertama melakukan kreasi masakan dan saat tantangan kedua main aman dengan membuat masakan sebaik mungkin.

Saat memasuki delapan besar pengetahuan, keterampilan Adi memasak kian terasah menghadapi kompetisi. Ia pun menganalisis kekuatan dan kelemahan kontestan lainnya.

“Saya tidak pernah memandang remeh peserta lain, tapi saya tahu kekuatannya dan memikirkan cara agar bisa bersaing,” ujarnya.

Memasuki tujuh besar keterampilan memasak Adi benar-benar optimal membuat ia menang tantangan hingga delapan kali dan enam diantaranya berturut turut sampai tantangan pertama babak tiga besar.

“Saya bahagia sekali waktu itu, apapun yang dibuat dan dimasak rasanya enak dan menang, ini pencapaian terbaik dalam hidup saya” katanya.

Kendati Adi gagal masuk final dan hanya sampai tiga besar ia bangga karena sejak delapan besar sampai tiga besar masakannya tak pernah gagal.

Sampai tiga besar Adi bersyukur dengan pencapaiannya karena sebelumnya ia merasa bukan siapa-siapa hingga akhirnya dikenal luas oleh publik.

Ia merasa kalah bukan karena lemah dan menang bukan karena hebat melainkan karena sudah ada takdir yang ditetapkan Maha Kuasa.

“Nikmat Tuhan mana lagi yang saya dustakan, Tuhan telah menempatkan saya di titik ini,” katanya.

Di sisi lain Adi pun merasa bahagia tidak masuk final karena pasti akan bertarung menghadapi Nadya atau Jeslyn yang sudah dianggap sebagai anaknya sendiri.

Ia pun berencana akan tetap berkarya di bidang memasak dengan menghadirkan beragam menu yang enak dan lezat lewat kanal youtube dan media sosial.

Kendati Adi hanya berada di urutan ketiga namun ia berhasil jadi pemenang di hati penonton dan warganet berkat kegigihan, semangat dan motivasi yang tinggi dalam berkompetisi. (ant)

Editor: Erna Djedi