WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan, ditutup menguat ditopang penurunan kasus harian COVID-19 di dalam negeri.
Rupiah ditutup menguat 40 poin atau 0,28 persen ke posisi Rp14.413 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.453 per dolar AS.
“Ada penguatan sedikit di rupiahnya hari ini ya. Sentimen tapering memang santer pengaruhi pasar, tapi kelihatannya masih menunggu kepastian nanti di Jackson Hole,” kata analis Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Nikolas Prasetia saat dihubungi di Jakarta, Senin.
Menurut Nikolas, apabila di acara Simposium Tahunan Kebijakan Ekonomi di Jackson Hole, Wyoming, AS, nanti The Fed memberikan sinyal baru, dolar AS bisa menguat dan berdampak ke nilai tukar rupiah.
Untuk lokal, Nikolas melihat efek turunnya kasus harian COVID-19 yang cukup signifikan menjadi sentimen positif bagi rupiah.
“Ada harapan roda ekonomi bisa kembali berputar. Sementara itu, Indonesia baru saja kedatangan tambahan dosis vaksin. Kalau saya melihatnya ini jadi sentimen ke rupiah,” ujar Nikolas.







