Oleh sebab itu, PBB menetapkan 2019 sebagai Tahun Bahasa Masyarakat Adat Antarbangsa untuk membujuk, meyakinkan, dan menyadarkan orang tentang bahasa masyarakat adat.
Karya seni Rebang Dewan, seorang anak Chakma dari Bangladesh, dipilih sebagai pengenal visual Forum Permanen PBB untuk isu-isu masyarakat adat.
Ini juga tampak pada bahan untuk mempromosikan Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia. Ini menampilkan dua telinga daun hijau yang saling berhadapan dan globe yang menyerupai planet bumi.
Di dalam globe terdapat gambar jabat tangan (dua tangan yang berbeda) di bagian tengah dan di bagian atas jabat tangan dengan latar belakang bentang alam.
Jabat tangan dan latar belakang bentang alam dikemas dengan warna biru di bagian tengah dan bawah globe.
Di Kanada, Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia dirayakan sebagai perayaan masyarakat semua bangsa dengan seniman, pembicara, pensyair, penyanyi, dan berbagai penjual dan stan layanan masyarakat di Kingston, Ontario, oleh Ollin.
Di taiwan, pada tahun 2020, pemerintahan di bawah Presiden Tsai Ing-wen menyetujui usulan yang menetapkan 1 Agustus sebagai Hari Masyarakat Adat di Taiwan.
Dalam perayaan hari istimewa tersebut, Presiden Tsai mengeluarkan permintaan maaf resmi kepada penduduk asli di negara tersebut dan menguraikan langkah-langkah untuk lebih mempromosikan undang-undang dan melibatkan pertubuhan yang berkaitan dengan tujuan penduduk asli, seperti Jawatankuasa (Komite) Keadilan Sejarah Pribumi dan Peralihan Kantor Kepresidenan.
Pemerintah berharap hari tersebut akan mengingatkan khalayak ramai tentang beragam kelompok etnik di Taiwan dengan lebih menghormati budaya dan sejarah orang asli, serta mempromosikan hak-hak mereka. (wikipedia)
Editor: Erna Djedi







