Bisma sudah lama menggemari sepeda motor, diawali oleh sang ayah yang merupakan pencinta sepeda motor klasik.
“Namun, pengalaman saya bersama sepeda motor tidak semulus itu. Ketika berusia 18 tahun, saya mengalami kecelakaan fatal yang menyebabkan ketakutan untuk mengendarai sepeda motor. Butuh waktu yang cukup lama bagi saya untuk melupakan trauma itu. Saya berhasil menanggulangi trauma tersebut pada tahun 2015, berawal dengan menggunakan sepeda motor matic,” katanya.
Tahun lalu, Bisma memberanikan diri untuk bersepeda motor berukuran lebih besar, yakni sepeda motor Royal Enfield Classic 500 dan Royal Enfield Meteor 350 yang membuatnya jatuh cinta lagi pada kegiatan mengendarai sepeda motor.
Kembali menyukai sepeda motor membuat Bisma lebih dekat dengan ayahnya.

Berawal dari Bisma mengajak berkendara sepeda motor dengan sang ayah dari Bandung ke Subang.
Bisma telah menemukan pendamping berkendara favorit pilihannya, yaitu ayah dan kekasihnya.
Aktivitas favorit Bisma untuk melepas kejenuhan akhir-akhir ini adalah berkendara secara santai, pengalaman yang paling membebaskan suasana hati, terutama di zaman sekarang ini.
Bisma menyukai mengendarai sepeda motor yang bukan saja keren dari segi tampilan, tetapi juga nyaman digunakan, yaitu sepeda motor yang serba guna, mampu digunakan di dalam kota atau bahkan untuk berkendara jarak jauh dan tentunya yang kompatibel dengan peta digital, sesuai dengan kebutuhan Bisma yang selalu mengandalkan Google Maps setiap kali berkendara. (ant)
Editor: Yayu Fathilal






