Heboh Ganasnya COVID-19 Delta dan Kappa, ini Masa Inkubasinya dan Masker yang Tepat Kurangi Penularannya

Setelah membuka masker, cuci tangan dengan air mengalir dan sabun atau hand sanitizer.

“Dianjurkan untuk menggunakan masker bedah di dalam dan masker kain di luar karena pemakaian seperti ini akan meningkatkan efektivitas filtrasi masker dan dapat memblokir 80 persen partikel,” sebutnya.

Dokter Wita menegaskan, penggunaan face shield maupun goggles sebagai pengganti masker tidak direkomendasikan.

“Perlu ditekankan bahwa face shield memiliki celah yang lebar sehingga tidak mampu memproteksi dari transmisi droplet maupun aerosol, sama halnya dengan goggles hanya diperuntukan untuk melindungi area mata buat pemakainya namun tidak efektif memproteksi area mulut dan hidung dari droplet,” ujarnya.

Dia mengatakan masker medis dianjurkan berdasarkan standarisasi CDC’s NIOSH yang bertujuan untuk keseimbangan filtrasi tinggi, kemampuan bernapas secara adekuat dan optimal, serta resisten terhadap penetrasi cairan.

Pemakaian masker ganda direkomendasikan CDC dengan tujuan agar menutupi area wajah lebih ketat sehingga mengurangi transmisi sebesar 85 – 95 persen.

Masker kain sebagai lapisan luar sendiri dapat memberikan penambahan perlindungan sekitar 50 – 70 persen, namun demikian, pada anak–anak sementara ini belum direkomendasikan masker ganda karena dapat membuat anak sulit bernapas.

Masker medis terbuat dari 3 lapisan dapat memfiltrasi droplet berukuran 3 μm serta mampu menyaring 80 – 85 persen partikel yang dihirup, sedangkan respirator seperti KN95/N95 mampu memfiltrasi 95 persen partikel dengan ukuran < 0.3 μm.

Masker N95 atau respirator sejenis terbukti mampu menurunkan transmisi dibandingkan dengan 12-16 lapis masker kain.

WHO dan Kementerian Kesehatan menganjurkan masker ganda untuk antisipasi transmisi varian baru yaitu dengan cara memilih masker yang memiliki beberapa lapisan untuk mencegah droplet.

Masker medis digunakan secara benar, harus menutupi area hidung hingga dagu tanpa celah di bagian kedua sisi wajah.

Bagian kawat di hidung diperketat untuk mencegah kebocoran transmisi.

Masker medis dilapisi dengan masker kain katun.

Masker medis dilapisi dengan mask fitter untuk mencegah kebocoran dari sisi samping.

Tidak dianjurkan bagi masyarakat untuk menggunakan masker kombinasi double disposable masks.

“Pemakaian masker bedah dobel dengan jenis yang sama tidak direkomendasikan karena tidak akan memberikan perlindungan yang lebih baik. Masker bedah masih memiliki area open face pada sisi samping dan berpotensi terjadi kebocoran” ujar dr Wita.

Masyarakat juga idak disarankan untuk menggunakan kombinasi KN95/N95 dengan masker lainnya.

Jangan lupa untuk mengganti masker setiap empat jam atau kurang dari itu bila basah atau kotor.

Dia mengutarakan beberapa hal yang harus dilakukan agar terlindung dari varian baru COVID-19, yakni melindungi diri dengan masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, menghindari pertemuan di ruang tertutup dan memanfaatkan internet untuk bekerja bila memungkinkan, sering mencuci tangan, vaksinasi, menjaga pola hidup sehat dan bersih, olahraga minimal 30 menit setiap hari, istirahat cukup. Penting juga mempercepat langkah tracing bila ada riwayat kontak dengan orang yang positif COVID-19, memperbanyak informasi terkini dan tidak mudah percaya hoaks dan segera berobat bila ada keluhan.

Dia menambahkan, sejak ditemukan varian baru SarsCov-2, pemberian vaksin yang aman dan efektif telah berhasil menekan gejala sebesar 17 persen.

Pada varian Alpha, dosis pertama pemberian vaksin efektif sebesar 50.2 persen dan dosis kedua 88.4 persen.

Untuk varian Delta, pemberian vaksin dosis pertama efektif 33.2 persen dan dosis kedua 80.8 persen. (ant)

Editor: Yayu Fathilal