WARTABANJAR.COM, KUPANG – Menteri Komunikasi dan Informatika, Jhonny G Plate, mengatakan letak pembangunan Base Trasceiver Station (BTS) di Provinsi Nusa Tenggara Timur harus sejalan dengan rencana pembangunan daerah sehingga jaringan telekomunikasi bisa dimanfaatkan untuk menjawab kebutuhan berbagai sektor pembangunan.
“Titik lokasi pembangunan BTS harus sejalan dengan rencana pembangunan daerah, jangan sampai BTS disediakan, dibangun, tetapi jauh dari rencana pembangunan daerah sehingga jangkauan sinyal tidak mampu mendukungnya,” katanya dalam rapat koordinasi Percepatan Pembangunan BTS Kemenkominfo RI di NTT bersama Gubernur NTT serta para kepala daerah se-NTT di Kupang, Senin.
Ia menjelaskan Kemnkominfo telah mengalokasikan pembangunan 421 unit BTS untuk 421 desa di NTT yang akan diselesaikan pada 2021-2022.
Dalam pembangunan BTS ini, penentuan lokasi yang tepat merupakan hal yang sangat penting untuk mendukung kebutuhan pembangunan di desa, kecamatan, hingga kabupaten.
Ia mengatakan titik koordinat BTS harus ditetapkan secara tepat sehingga keterjangkauan signal telekomunikasi mampu mendukung rencana pembangunan daerah.







