“Latihan-latihan seperti tari, teater musik dan lainnya tetap dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan,” kata Hendra yang juga pernah menjadi Pemuda Pelopor Nasional 2005 dan penerima Anugerah Seni Gubernur Kalsel 2005.
Hendra mengatakan, Sanggar AIR HSU berdiri 14 februari 2000 dengan nama sebelumnya adalah Teater Air HSU yang tergabung dalam Komunitas Teater Tihang Mahligai Amuntai (KT2MA).
Teater AIR kemudian keluar dari KT2MA dan merubah namanya menjadi Sanggar AIR karena telah menambahkan bidang-bidang seni lain bidang tari,bidang musik (musik panting dan gamelan) bidang sastra dan bidang rupa.
Kemudian pada 14 february 2015 telah di akta notariskan menjadi YAYASAN SANGGAR AIR yang akan dikonsentrasikan untuk kemajuan kesenian di Kabupaten HSU dan Kalsel.
Selain dirinya, para pendiri Sanggar AIR diantaranya M.Firhansyah, Hidayatul Fikri, Ramadhani Ekbai, M.Hasmi Yudi, Hendra Royadi Saina, Ahmad Khairullah, R.Khairil Toni, Tirta Maulana Sentosa, Isnormiaty Ana Rahmiati, Norsidah, M.ikhwan Arif dan Mirza Arsyadi
Hendra menjelaskan maksud dan filosofi penamaan AIR dalam nama Sanggar yang dipimpinnya tersebut sebagai wujud keleluasan dalam berkarya dan berkesenian.
“Mensiasati tradisi masyarakat sebagai muatan karya, tidak memandang seni tradisi dan modern secara di kotomi sambil meniti alur jaman serta berupaya mengarifi perubahan makna estetika dan mengentalkan keintiman dengan wujud apapun dari karya seni itu seperi sifat air yang selalu mengisi,” terang Hendra.
Berkat pengelolaan dan dukungan Pemerintah Daerah dan masyarakat HSU nama Sanggar AIR kemudian semakin besar dan dikenal luas baik di tingiat Kalimantan maupun Nasional. (ant)