“Tahun 2021 ini, pembangunan jembatan permanen di wilayah tersebut memang sudah direncanakan untuk penyelidikan tanahnya, namun untuk pondasi maupun pembangunan fisiknya belum direncanakan. Mungkin Tahun 2022 nanti baru bisa dianggarkan,” katanya.
Ia menerangkan ada lima paket penyelidikan tanah untuk pembangunan jembatan di wilayah Kabupaten HST untuk anggaran 2021 ini, satu paketnya ada dua titik, jadi totalnya ada 10 titik yang akan diusulkan dibangunkan jembatan.
Ketidak sanggupan pembangunan jembatan tersebut karena anggaran pemkab HST masih defisit dan juga anggaran di PUPR HST Direfocusing untuk menutupi anggaran tersebut.
“Rencana di tahun 2022 baru ada perencanaan pembangunan fisik jembatan,” tuntasnya. (ant)
Editor: Erna Djedi







