Di akhir acara, bupati dan rombongan meninjau lokasi penanaman mangrove rambai di lokasi mangrove rambai centre serta lokasi Bekantan Research Centre di Pulau Curiak Kecamatan Anjir Muara.
Di lokasi itu juga dilaksanakan pelepasan kapal riset mangrove rambai centre bantuan ULM Banjarmasin oleh Rektor ULM diwakili Wakil Rektor I H Aminuddin Pratama Putra dan penyerahan piagam penghargaan dari Bupati Batola Hj Noormiliyani AS kepada ULM, Ketua Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia Amalia Rezeki dan PT Pertamina Integrated Terminal Banjarmasin.
Bupati Batola Hj Noormiliyani AS saat berada di lokasi Bekatan Research Station Pulau Curiak mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan baik oleh pihak ULM, Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia maupun PT Pertamina Integrated Terminal Banjarmasin.
Bupati Noormiliyani mengungkapkan, alasan dipilihnya desa wisata ini, sebagai upaya mengembangkan pariwisata daerah.
“Kami atas nama pemerintah, masyarakat, dan pribadi mengucapkan terima kasih atas kontribusinya. Semoga ke depannya akan bisa lebih dikembangkan lagi,” harapnya.
Mengingat, lanjut mantan Ketua DPRD Provinsi Kalsel, yang namanya riset itu tidak terbatas, baik berupa makanannya dan lainnya.
Menurut dia, siapa tahu dari rambai bisa membuat makan yang bisa lebih membuat Bekantannya tumbuh lebih sehat dan berkembang biak lebih subur sehingga populasinya bisa lebih banyak.
Terlebih, sebut bupati perempuan pertama di Kalsel itu, keberadaan habitat bekantan sendiri juga berada di mana-mana termasuk di Kecamatan Tabunganen Batola.
“Kalau ada reservasi khusus Bekatan dan mereka bisa tumbuh dan berkembang di sini tidak menutup kemungkiman populasinya cepat bertambah, saya kira itu yang diharapkan,” pungkas Noormiliyani.
Menyinggung keberadaan Pasar Ikan Terapung, istri anggota DPRD Kalsel H Hasanuddin Murad menyatakan, sangat menarik, mengingat selama ini aktivitas floating market umumnya berisi sayur, buah-buahan dan makanan.
“Karena itu saya kira Pasar Ikan Terapung terdapat di Desa Wisata Muara Kanoko ini tergolong unik,” paparnya.
Untuk itu ke depannya Noormiliyani merencanakan melakukan penataan dan pengelolaan secara profesional, baik keberadaan lokasi maupun sarana parahunya, agar semakin menarik dengan tidak mengindahkan kearifan lokalnya. (ant)
Editor: Erna Djedi







