“Kami berharap semua desa yang melaksanakan pilkades berjalan lancar dan aman,” papar bupati perempuan pertama di Kalsel itu.

Dia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kapolres beserta jajaran dan Dandim beserta jajaran yang telah membantu kelancaran pelaksanaan di lapangan terutama terkait penerapan protokol kesehatan (prokes).

Sementara itu, Instruktur Pilkades Evoting PT Intens (Inti Konten Indonesia) yang turut mendampingi pelaksanaan Dhiar Reonaldy menjelaskan, kendala yang terjadi umumnya hanya disebabkan kurangnya masyarakat memahami penerapan alat.

Dari empat tahapan pelaksanaan, papar dia, mulai tahap verifikasi pada Inti Smart Reader ke generator pengganti surat suara (Smartcard Vtoken) dilanjutkan ke tahap bilik evoting serta dimasukannya barcode ke kotak audit umumnya terjadi di tahap verifikasi dan sebagian di kotak audit.

Hal itu terjadi, terangnya, umumnya karena kurangnya penekanan saat meletakan sidik jari juga disebabkan terlalu cepatnya saat meletaknya. Akibatnya belum sempat alat membaca sidik jari sudah terangkat sehingga terjadi error.

Sebelumnya, Kadis PMD Batola Mochammad Aziz menerangkan, Pilkades yang digelar Sabtu (22/5), dilaksanakan di tiga kecamatan masing-masing 12 desa di Tabunganen, 14 desa di Tamban dan enam desa di Mekarsari. (ant)

Editor: Erna Djedi