WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Bata ringan atau hebel kini membanjiri di toko-toko bangunan dan distributor sudah ada di mana-mana. Pengusaha sekaligus perajin bata merah, Abdul Hadi tetap berusaha bertahan ditengah gempuran bata ringan tersebut.
Perajin batu merah dari Desa Panggung Baru Kecamatan Pelaihari Tanah Laut ini mengakui, kehadiran bata ringan sedikit banyak mempengaruhi produksinya dan berdampak pada penjualan. Dirinya optimistis, bata merah tetap ada pangsa pasar tersendiri.
“Pemintaan sudah jauh menurun, tetapi tetap saya geluti walau proses pembuatan bata merah memakan waktu yang tidaklah sebentar. Bersyukur masih jalan,” kata Abdul Hadi.
Keoptimisinnya bukanlah tanpa mendasar. Hal ini dikarenakan bata merah buatannya memiliki kualitas tinggi. Menggunakan bahan tanah merah yang tidak bercampur tanah pasir dan prosesnya dengan cara pembakaran selama 3×24 jam.
“Proses pembuatan yang tidak sebentar itulah menjadikan bata merah produksi kami berkualitas, tidak mudah hancar terkena air. Optimistis,” imbuhnya.







