Lelaki yang pernah menempuh pendidikan luar negeri itu mengutarakan, terdapat suatu deksi yang menyatakan tidak ada prestasi tanpa koordinasi, tidak ada koordinasi tanpa komunikasi, tidak komunikasi tanpa informasi.
Dari deksi tersebut, papar dia, menggambarkan informasi berguna dalam menjawab semua persoalan.
Untuk konteks pemerintahan, Zulkifli mengutarakan, permasalahan yang terjadi yaitu bagaimana agar informasi bisa terhubung ke masyarakat.
Mengingat dalam rangka pelayanan masyarakat, ungkapnya lagi, informasi paling menentukan terhadap sukses tidaknya pembangunan yang dilaksanakan.
Sebelumnya, Kabag Prokopimda Setda Batola Hery Sasmita menyatakan, dilaksanakannya Rakor dan Bimtek KIM PRODUK KOPI untuk optimalisasi penyebarluasan informasi kepada masyarakat di Kabupaten Barito Kuala.
Lelaki yang akrap disapa Hery itu mengutarakan, di Batola masih terdapat beberapa kendala dan hambatan dalam penyebaran informasi, diantaranya akibat kondisi geografis yang terpisah-pisah sungai di samping keberadaan lahan yang sebagian besar rawa sangat sulit dalam pemenuhan jalan.
Dampaknya, lanjut Hery, juga terjadi kepada daya sebar informasi yang ke masyarakat.
Sementara di lain pihak, sebut dia, jangkauan selular serta jaringan internet sebagian desa juga tidak tersentuh.
Dari fakta itu, Kabag Prokopimda Pemkab Batola Hery Sasmita melalui Diklat PKA (Pendidikan Kepemimpinan Administrator) Angkatan 2 Tahun 2021 mencoba melakukan inovasi melalui aksi perubahan KIM PRODUK KOPI (Kelompok Informasi Masyarakat bersama Bagian Protokol Dokumentasi dan Komunikasi Pimpinan).
Dia berharap, melalui KIM PRODUK KOPI nantinya mampu mensiasati kendala yang terjadi, khususnya masyarakat yang tidak tersentuh layanan informasi jaringan internet.
Dengan memberdayakan aparat desa/kelurahan yang terhimpun di KIM PRODUK KOPI, papar dia, maka informasi bisa setback ke desa-desa. (ant)
Editor: Erna Djedi







