Sebab, kasus COVID-19 di Kota Banjarmasin juga sudah cukup banyak membuat penderitanya meninggal dunia, hingga kini sudah sebanyak 198 orang.
“Tingkat kematian COVID-19 di Kota Banjarmasin bila dipersentasekan sekitar 2,3 persen,” paparnya.
Machli Riyadi menyampaikan upaya pemerintah kota dalam menekan angka kasus dan kematian ini terus dilakukan, seperti masih menerapkan Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang berskala mikro yang berakhir pada 30 April ini.
Selain itu, digerakkan terus program vaksinasi COVID-19, bahkan saat ini dengan menggelar gebyar pekan vaksinasi COVID-19 dari 23—30 April 2021 di masjid hingga gereja.
Adapun sasaran vaksinasi ini adalah warga lanjut usia (lansia), Aparatur Sipil Negara (ASN), guru, dosen, ustadz/ustadzah dan pendeta/pastur.
“Kita juga meminta agar pada bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri ini, di mana tradisi mudik ke kampung halaman hendaknya diurungkan dulu, taati himbauan pemerintah, jangan sampai kita membawa virus ke orang tercinta di kampung halaman,” ujarnya. (ant)
Editor: Erna Djedi







