WARTABANJAR.COM, JOHANNESBURG-Afrika Selatan untuk sementara menunda peluncuran vaksin COVID-19 Johnson & Johnson (J&J).
Menurut Menteri Kesehatan Afrika Selatan, Zweli Mkhize, Selasa (13/4/2021), keputusan itu diambil setelah badan federal Amerika Serikat meminta penghentian penggunaan vaksin tersebut karena kasus pembekuan darah yang langka.
Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) mengatakan jeda di wilayah itu diharapkan dalam hitungan hari.
Enam perempuan berusia di bawah 50 tahun di antara lebih dari 6 juta penerima vaksin COVID J&J sejauh ini mengalami pembekuan darah yang langka di AS.
“Saya langsung melakukan konsultasi dengan ilmuwan kami, yang menasehati kami agar tidak mudah mengambil keputusan FDA. Berdasarkan imbauan mereka, kami telah menentukan untuk secara sukarela menunda peluncuran kami sampai hubungan kausal antara pembekuan darah dan vaksin Johnson & Johnson cukup diselidiki,” katanya kepada awak media.
Menurutnya, tidak ada laporan semacam pembekuan darah di Afrika Selatan setelah hampir 290.000 vaksinasi.
Di Afrika Selatan, vaksin COVID-19 J&J diberikan kepada petugas medis dalam sebuah riset yang kemudian diuji di lapangan.







