“Kita memang terkendala arus distribusi karena banjir kemarin, Alhamdulillah beberapa jembatan mulai rampung dalam waktu dekat sehingga dapat memperlancar arus barang dan jasa yang berpengaruh terhadap inflasi,” ujarnya.
Pria yang juga menjabat Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendgari itu mengatakan, Maret 2021 Kalimantan Selatan mengalami inflasi 0,09 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) 107,24.
Tiga daerah yang memperngaruhi inflasi di Kalimantan Selatan yaitu Banjarmasin 0,59 persen, Tabalong sebesar 0,03 dan Kotabaru sebesar 0,09 persen.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalsel Amanlison Sembiring mengatakan, kerjasama antar daerah menjadi salah satu strategi untuk menekan laju inflasi.
Selain itu, juga bisa dilakukan dengan peingkatan produksi, Operasi Pasar dan pengawasan intensif bersama dengan pihak terkait terhadap ketersediaan stok.
Dikatakanya, peran TPID sangat penting dalam menjalankan program pengendalian inflasi. Keberhasilan TPID dapat terwujud melalui sinergi yang baik dengan mitra stategis serta satgas pangan. Terkait ketersediaan pasokan dirinya menyarakan agar Pemda dapat meningkatkan perluasan lahan dan didukung dengan kelancaran jalur distribusi. (smn)
Editor : Hasby












