“Upaya untuk penurunan angka yang terjadi di Bati-Bati diharapkan setiap desa menyiapkan alat untuk melakukan lpemadaman api,”ujar Rudiansyah.
Turut hadir pada rapat koordinasi unsur Forkopimda, SKPD terkait, para Camat, para pemangku wilayah dunia usaha serta para tamu undangan.
Tanaman Bundung
Dikutip dari Wikipedia, tanaman bundung atau mensiang atau wlingi (Actinoscirpus grossus) adalah sejenis rumput anggota suku teki-tekian (Cyperaceae) yang sering dimanfaatkan sebagai bahan anyam-anyaman.
Rumput ini tumbuh di paya dan rawa-rawa. Di sejumlah daerah di Kalimantan tanaman ini disebut bundung.
Rumput yang berumpun kuat, tegak, beranak banyak, dengan geragih panjang yang berujung pada sebuah umbi kecil; batang menyegitiga tajam dengan sisi-sisi yang mencekung, berambut halus, 80-200 cm × 5-10 mm.

Daun-daun dalam roset, seperti garis, 50-80 cm × 0,5-3 cm, sebelah bawah menyegitiga hingga melekuk dalam, sebelah atas melekuk dangkal dengan ujung datar dan sangat runcing, tepinya berambut tajam.
Perbungaan terminal, tak beraturan, bentuk payung majemuk; sumbu perbungaan kasar, berambut sikat halus, 4-17 cm panjangnya.
Pangkalnya dengan beberapa daun pelindung yang tidak sama panjang, setidaknya 2 di antaranya lebih panjang dari perbungaan, 15-70 cm panjangnya; spikelet berjumlah banyak, soliter, duduk atau bertangkai, bulat telur sampai bulat telur memanjang, berujung runcing, dengan banyak bunga berjejal-jejal, 4-10 × 3,5-4 mm.
Buah bulir bulat telur terbalik, dengan ujung meruncing, halus, kecokelatan, menyegitiga, 1,25-1,75 mm × lk. 1 mm. (ant/edj)
Editor: Erna Djedi







