Kedudukan 2-0 untuk Barito tersebut tetap bertahan hingga wasit yang memimpin pertandingan, Mochammad Adung asal Jakarta, meniup peluit panjang tanda babak pertama berakhir.
Babak kedua antara Barito Putera melawan Arema masih berlangsung seru. Arema yang ketinggalan dua gol itu langsung melancarkan serangan guna menekan pertahanan lawan.
Serangan Arema baru menghasilkan gol pada menit ke-53 babak kedua melalui tendangan Feby Eka Putra, setelah terjadi kemelut di depan gawang Barito, sehingga mengubah kedudukan menjadi 2-1, namun Barito Putera tetap unggul.
Barito Putera sebenarnya mempunyai peluang untuk menambah gol pada menit ke-67 melalui kaki Kahar Kalu, tetapi tendangannya berhasil ditepis kiper Arema Amirudin, dan hanya menghasilkan tendangan sudut bagi Barito.
Arema FC Malang pun sebetulnya mendapat peluang dua kali untuk menyamakan kedudukan atas Barito pada menit ke-73 melalui tendangan Dendik Setyawan, yang saat itu sudah berhadapan dengan kiper M Riyandi, tetapi bola melenceng tipis disamping gawang Barito Putera.
Selain itu, Arema FC Malang juga berpeluang menambah gol saat mendapat hadiah penalti dari wasit pada injury time karena salah satu pemain, Alfarizie, dijatuhkan di kotak terlarang. Namun Bruno Smith yang diberikan kepercayaan untuk mengambil eksekusi tendangan penalti itu gagal membuahkan gol.
Kiper Barito Putera M Riyandi berhasil menyelamatkan gawangnya dengan menepis tendangan Bruno Smith, sehingga kedudukan tetap 2-1 untuk Barito.
Pemain Arema FC, Alfarizie, pada menit-m/edjenit akhir harus diusir keluar oleh karena akumulasi kartu kuning akibat melakukan pelanggaran terhadap Barito Putera. Kedudukan 2-1 untuk Barito itu pun tetap bertahan hingga wasit Adung meniup peluit panjang tanda babak kedua berakhir. (ant/edj)
Editor: Erna Djedi







