Haul ke-220 Datu Kalampayan Dipadati Ribuan Jemaah, Wagub Kalsel Ajak Lestarikan Ajaran Ulama Besar
WARTABANJAR.COM, MARTAPURA – Ribuan jemaah memadati kawasan Masjid Jami Tuhfaturraghibin, Desa Dalam Pagar Ulu, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, dalam pelaksanaan Haul ke-220 Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari atau yang dikenal sebagai Datu Kalampayan, Kamis (26/3/2026).
Sejak pagi, arus kedatangan jemaah terus berdatangan dari berbagai daerah. Mereka memenuhi area masjid hingga meluber ke halaman dan ruas jalan di sekitarnya. Suasana religius begitu terasa dengan lantunan doa dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menggema sepanjang kegiatan.
Meski dihadiri ribuan jemaah, pelaksanaan haul berlangsung tertib dan lancar. Petugas gabungan tampak bersiaga di sejumlah titik untuk mengatur arus jemaah serta menjaga keamanan dan kenyamanan selama acara berlangsung.
Di tengah kegiatan tersebut, Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, turut hadir bersama jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Ia menyampaikan bahwa kehadirannya merupakan penugasan dari Gubernur Kalimantan Selatan.
“Kami ditugaskan Pak Gubernur untuk berhadir bersama seluruh pimpinan pemerintah provinsi. Tentunya kita berterima kasih kepada seluruh panitia, zuriat, serta seluruh jemaah haul yang hadir,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Hasnuryadi mengajak masyarakat untuk mendoakan Datu Kalampayan agar mendapatkan kemuliaan di sisi Allah SWT, sekaligus meneladani ajaran-ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga Datu kita diberikan ketenangan dan kemuliaan di sisi-Nya, dan kita yang masih diberikan kehidupan bisa menjalankan kebaikan-kebaikan yang dicontohkan beliau,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan dukungan penuh terhadap upaya pelestarian kitab-kitab karya Datu Kalampayan yang telah diketik ulang agar dapat kembali dipelajari oleh masyarakat luas.
“Kami sangat menyambut gembira dan insyaallah akan mendukung sepenuhnya. Ini adalah warisan yang tak ternilai harganya dan harus kita lestarikan,” katanya.
Menurutnya, pelestarian ajaran ulama besar tersebut penting agar generasi masa kini dan mendatang dapat memahami serta mengamalkan nilai-nilai yang diwariskan.
“Mudah-mudahan tidak hanya generasi sekarang, generasi ke depan semuanya bisa membaca dan mengamalkan apa yang menjadi ajaran dari Datu Kita Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari,” pungkasnya.(wartabanjar.com/IKhsan)
editor: nur_muhammad