Naik 20 Persen dari Target, IFG Cetak Laba Rp 2,2 Triliun Sepanjang 2020

Selanjutnya dari sisi investasi, IFG sebagai holding juga melakukan monitoring pengelolaan portofolio investasi anggota holding, sehingga terjadi pengelolaan yang transparan untuk menjaga return investasi yang baik dan risikonya rendah.

Sistem pengelolaan dan monitoring investasi di IFG akan mulai ditingkatkan menuju fase digitalisasi sehingga dapat dipantau secara realtime seirama dengan program pemerintah yaitu transformasi digitalisasi 4.0 melalui dashboard Investasi IFG yang terintegrasi.

Dalam pengelolaan portfolio investasi, IFG juga melibatkan anak perusahaan lain yang bergerak dibidang investasi dan capital market diantaranya PT Bahana TCW Investment Management dan PT Bahana Sekuritas untuk berkolaborasi membantu pengelolaan investasi anak perusahaan lainnya.

Perbaikan dan peningkatan tata kelola investasi dilakukan secara menyeluruh agar pengelolaan investasi lebih pruden, berkinerja baik dan memenuhi ketentuan yang berlaku.

Investasi yang dilakukan oleh IFG berdasarkan prinsip LDI (Liabilities Driven Investment) yaitu skema investasi yang berfokus untuk memenuhi kewajiban keuangan.

IFG juga membangun kerjasama dengan perbankan untuk memberikan layanan keuangan yang baik untuk group dalam hal penempatan dana, bisnis resiprokal, serta pengelolaan permodalan.

Dengan adanya holding, IFG Group memiliki daya tawar yang lebih baik terhadap mitra-mitra investasinya serta mendapatkan manfaat dari sinergi fungsi pengelolaan investasi.

Rizal menambahkan, sebagai bagian dari ekosistem industri keuangan, IFG akan terus berkerjasama dengan semua pemangku kepentingan untuk membangun industri keuangan yang sehat.

Hal itu sejalan dengan amanah pemerintah saat mendirikan IFG.

Ke depan, IFG menargetkan menjadi salah satu grup keuangan non-perbankan terbesar di Asia Tenggara. (ant)

Editor: Yayu Fathilal