Buntut Penyelidikan Diskriminasi Vaksin COVID-19, Menteri Kesehatan Ekuador Mundur Setelah 19 Hari Dilantik

Melalui pernyataan, pemerintah menyampaikan kesediaan untuk bekerja sama dalam penyelidikan.

Tuduhan nepotisme dalam pendistribusian vaksin COVID-19 telah menyebabkan kekisruhan politik di sejumlah negara Amerika Selatan, seperti Ekuador, Peru dan Argentina.

Data resmi menunjukkan bahwa Ekuador telah memvaksin lebih dari 120.000 orang dengan suntikan pertama.

Otoritas menyebutkan pemerintah telah berencana membeli 20 juta dosis vaksin agar pada akhir 2021 sudah bisa mengimunisasi 60 persen dari penduduk di atas usia 18 tahun.

Presiden Lenin Moreno, beserta ibu negara dan 10 orang tenaga medis yang merawatnya, telah divaksin COVID-19, menurut pernyataan pemerintah setempat. (ant)

Editor: Yayu Fathilal