Disentil Hakim Tipikor Benih Lobster, Effendi Gazali Jelaskan Kualifikasinya Jadi Penasihat Menteri KKP

Selanjutnya aktif dalam asosiasi sidat bersama Profesor Martani Huseini juga bersama Chalid Muhammad dan Chandra Motik saat ada pertemuan nelayan nasional.

Kemudian sejak 2019, Effendi mulai tertarik meneliti lobster dan pada Agustus 2019, ia sudah melakukan penelitian pangsa pasar sesungguhnya lobster di China serta melakukan penelitian semacam batu ozon alam untuk hatchery di Fukuoka Jepang (12-16 November 2019).

Berlanjut dengan penelitian benih lobster dan budi daya di Vietnam (22-26 November 2019), meneliti pelet lobster yang mulai diproduksi di Philipina dan Februari 2020 melakukan penelitian hatchery lobster di Australia (mengenai kadar ozonisasi, lokasi, dan stocking density) serta sudah berkeliling ke berbagai balai riset perikanan di Indonesia.

“Saya terus berkomunikasi dengan para ahli lobster dunia, serta hampir tiap hari berdiskusi dengan dua doktor lobster Indonesia, Bayu Priyambodo dan Ilham Alimin,” ungkap Effendi.

Mengenai Penasihat Menteri Kelautan dan Perikanan yang lalu, menurut Effendi ada banyak nama sesuai kualifikasi masing-masing.

Mereka adalah Hasjim Djalal (Bidang Hukum Laut dan Diplomasi Maritim), Hikmahanto Juwana (Bidang Hukum Internasional), Rokhmin Dahuri (Bidang Daya Saing SDM, Inovasi Teknologi dan Riset), Martani Huseini (Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan), Jamaluddin Jompa (Bidang Ekologi Kelautan), Nimmi Zulbainarni (Bidang Sosial-Ekonomi) dan lainnya

“Bachtiar Aly bersama saya pada bidang Komunikasi Publik. Presiden memang meminta Menteri untuk meningkatkan komunikasi dengan pemangku kepentingan kelautan dan perikanan,” tambah Effendi. (ant)

Editor: Erna Djedi