WARTABANJAR.COM, MAKASSAR – Lembaga penyiaran di Provinsi Sulawesi Barat diminta untuk dapat menangkal setiap berita dan informasi hoax (kabar bohong) mengenai gempa di Kabupaten Mamuju dan Majene Provinsi Sulbar.
“Banyak informasi yang berseliweran dan tidak jelas sumbernya setelah gempa bumi mengguncang kabupaten Majene Mamuju 15 Januari 2021 lalu,” kata Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulbar, April Azhari di Mamuju, Jumat.
Ia mengatakan informasi hoax tersebut membuat masyarakat mengalami trauma yang mendalam akibat musibah gempa yang dialaminya.
“Kondisi berita hoax itu diperparah adanya isu memprovokasi dari orang yang tidak bertanggung jawab, dengan menyebarkan isu akan ada gempa susulan yang jauh lebih dahsyat dari sebelumnya,” katanya.
Oleh karena itu lembaga penyiaran, terutama televisi dan radio, diminta agar meningkatkan perannya sebagai media edukasi dengan memberikan informasi untuk mencegah dan menangkal isu hoaks terkait gempa Mamuju dan Majene












