Warta Jumat: 15 Sebab Bencana Menimpa Bumi dan Manusia

WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN-Indonesia saat ini sedang ditimpa berbagai bencana alam, di antaranya adalah banjir bandang di Kalimantan Selatan.

Menurut Ustadz Muhammad Rijal Fathoni, S.Pd.I, ketika terjadi bencana alam, paling tidak ada tiga analisa yang sering diajukan untuk mencari penyebab terjadinya bencana tersebut.

Pertama, ujian dari Allah, kedua, sunatullah dalam arti gejala Alam, ketiga adalah bala dikarenakan kemaksiatan yang merajalela.

Untuk kasus di Indonesia, ketiga analisa tersebut semuanya mempunyai kemungkinan yang sama besarnya.

Apabila dikaitkan dengan ujian, bisa jadi sebagai ujian kepada bangsa ini, khususnya kaum Muslimin agar semakin kuat dan teguh keimanannya dan berani untuk menampakkan identitasnya.

Sebagaimana firman Allah:

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka akan dibiarkan begitu saja mengatakan: Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi.” (QS. Al-Ankabut, 29:2).

Akan tetapi, jika dikaitkan dengan gejala alam pun besar kemungkinannya, karena bumi Nusantara memang berada di bagian  bumi yang rawan bencana seperti gempa, tsunami dan letusan gunung.

Bahkan, secara keseluruhan bumi yang ditempati manusia ini rawan akan terjadinya bencana, sebab hukum alam yang telah ditetapkan Allah SWT atas bumi ini dengan berbagai hikmah yang terkandung di dalamnya, seperti pergerakan gunung dengan berbagai konsekuensinya.

“Dan kamu lihat gunung-gunung itu kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal gunung-gunung itu bergerak sebagaimana awan bergerak. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh segala sesuatu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”.( QS. Al-Naml [27]: 88).

Jika bencana dikaitkan dengan dosa-dosa bangsa ini bisa saja benar, sebab kemaksiatan sudah menjadi kebanggaan baik di tingkat pemimpin (struktural maupun kultural) maupun sebagian rakyatnya, perintah atau ajaran agama banyak yang tidak diindahkan, orang-orang miskin diterlantarkan. Maka ingatlah firman Allah:

 “Jika Kami menghendaki menghancurkan suatu negeri, Kami perintahkan orang-orang yang hidup mewah (berkedudukan untuk taat kepada Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan daiam negeri tersebut, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya,” (Al-Isra'[17]: 16).

Ada Sebuah Hadits Baginda Nabi, yang dibacakan oleh Tuan Guru KH. Muhammad Bakhiet AM. (Pengasuh Ponpes dan Majelis Zikir dan Ta’lim Nurul Muhibbin Barabai) Sewaktu di Majelis Ta’lim Beliau.

Rasulullah saw. Bersabda :

Idza fa’alat ummati khomsa asyrota khoslatan hala bihal bala !!

 faqila : ” wama hunna Ya Rasulullah ? “

Qola :

1. idza kanal maghnamu duuwalan.

2. Wal amanatu maghnaman.

3. Wa zakatu maghroman.

4. Wa ‘athoa rojulu zaujatahu.

5. Wa ‘aqqo ummahu

6. Wa barra sodiqohu.

7. Wa jafaa abaahu

8. War tafa atil ashwathu

Fil masajidi.

9. Wa kana zaimul qoumi ardzalahum.