Rupiah Menguat Jelang Pelantikan Joe Biden, Ini Pemicunya

Di sisi lain, lanjut Ariston, kondisi kenaikan kasus COVID-19 di Tanah Air bisa menahan laju penguatan rupiah.

Jumlah kasus positif COVID-19 bertambah 10.365 pada Selasa (19/1) kemarin sehingga total kasus positif menjadi 927.380, pasien sembuh 753.948 orang, dan meninggal 26.590 jiwa.

“Kondisi yang terus menaik ini bisa memicu kebijakan yang lebih ketat terhadap pergerakan aktivitas ekonomi,” kata Ariston.

Ariston memperkirakan rupiah pada hari ini akan bergerak di kisaran Rp14.000 per dolar AS hingga Rp14.100 per dolar AS.

Pada Selasa (19/1) lalu, rupiah ditutup menguat 5 poin atau 0,04 persen ke posisi Rp14.065 per dolar AS dari posisi penutupan hari sebelumnya Rp14.070 per dolar AS. (ant)

Editor: Erna Wati