Liburan Akhir Tahun, Berikut ini 3 Destinasi Wisata Alam Recommended Banget di Kalimantan Selatan

WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN-Kalimantan Selatan memiliki banyak objek wisata alam yang bisa dijadikan destinasi liburan. Pemandangan alamnya cukup instagramable. Dikutip dari beberapa akun destinasi wisata di Kalsel, berikut ini tiga di antaranya.

Villa Aranaway Kiram Atas, Kabupaten Banjar

Villa Aranaway menawarkan pemandangan alam berupa perkampungan, hutan dan sungai. Villa Aranaway Kiram Atas bisa menjadi pilihan.

Perjalanan ke sana cukup nyaman dan tidak terlalu menanjak, jalannya mulus beraspal, bisa dilalui kendaraan roda dua maupun empat. Tergolong nyaman juga untuk berlibur bersama keluarga, khususnya yang membawa anak kecil.

Dilengkapi fasilitas beberapa gazebo atau pondok, membuat pengunjung bisa bersantai dengan nyaman. Biaya sewanya Rp.25.000 dan bisa menampung 10-15 orang.

Tersedia juga penginapan berjumlah puluhan buah berarsitektur rumah Banjar, tarifnya mulai Rp.300.000 – Rp.500.000 per malam per rumah lengkap dengan segala fasilitas di dalamnya. Fasilitas lainnya ada kamar mandi umum dan warung yang menjual aneka makanan dan minuman berharga murah. Ingin masuk kemari, pengunjung dikenai biaya retribusi Rp 5.000 per orang, amak kecil gratis. Disediakan juga lahan parkir luas sehingga mobil bisa masuk.

Danau Sari Embun, Tanahlaut

Kalimantan Selatan juga punya danau indah, lho. Namanya Danau Sari Embun. Lokasinya di Desa Imban, Kabupaten Tanahlaut, Kalimantan Selatan.

Waktu tempuhnya sekitar satu jam dari Kota Banjarbaru, Kalsel. Akses jalannya sulit dan berbatu. akses jalannya yang begitu rumit, awalnya mulus saat emmasuki desanya kemudian berbatu. Mendekati danau tersebut, pengunjung disuguhi pemandangan alam berupa beberapa jembatan yang di bawahnya ada sungai berair jernih. Saking indahnya danau ini, banyak pengunjung yang kemudian mengatakan danau ini mirip dengan Danau Ranu Kumbolo yang ada di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur yang telah tenar kecantikannya di Indonesia.

Gunung Halau-halau, Kabupaten Hulu Sungai Tengah

Baca Juga :   Mengerikan, Kecelakaan Maut Truk vs Truk di Basarang, Sopir Tewas dengan Tangan Putus

Gunung Halau-halau atau Gunung Besar terletak di perbatasan tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan. Memiliki ketinggian 1.901 meter di atas permukaan laut (mdpl), gunung ini masuk ke dalam jajaran Pegunungan Meratus.

Bagi yang hobi pendakian rumit, gunung ini bisa dijadikan tujuan karena medannya cukup ekstrem. Di sini, pendaki bisa menemui berbagai jenis medan, dari sungai, lembah hingga lereng pegunungan Meratus yang masih alami.

Hutannya rimbun dan banyak lumut. Terdapat pula banyak pacet di sepanjang jalur pendakian. Jalur pendakian ada dua, yakni melalui Desa Kiyu (Barabai) dan Desa Kadayang (Kandangan).

Di gunung ini, terdapat sebuah pohon kariwaya besar. Pohon ini sejenis beringin, berakar besar dan tinggi yang memiliki bentuk batang seperti pintu gerbang yang di tengahnya berlubang besar dan bisa dilalui manusia. Hutan dan gunung beserta segenap isinya ini merupakan daerah hutan adat suku Dayak setempat sehingga pohon tersebut tergolong keramat dan pendaki wajib berhati-hati dan harus mematuhi peraturan adat setempat.

Berikut beberapa tips pendakian ke Gunung Halau-halau seperti dikutip dari berbagai sumber:

1. Persiapkan fisik yang benar-benar fit.
2. Sebelum melakukan pendakian, wajib melapor dan meminta izin terlebih dahulu kepada tutuha atau sesepuh di sana.
3. Jaga kelestarian alam di Gunung Halau-halau dengan tidak merusaknya dalam bentuk apapun.

4. Gunung Halau-halau ini dikeramatkan oleh warga Dayak yang bermukim di sana, jadi kalian harus tetap jaga kesopanan.
5. Suhu udara di puncak Halau-halau terkenal sangat dingin, sebaiknya bawa SB (Sleeping Bag) dan pakaian hangat lainnya.
6. Persiapkan peralatan berkemah yang memadai juga peralatan P3K.

Baca Juga :   Hadapi Unjuk Rasa 11 April Hari Ini, Pesan Kapolri : Kawal dengan Humanis, dan Jaga Kesucian Ramadan

7. Banyaknya pacet atau lintah di sepanjang jalur pendakian, disarankan untuk menggunakan pakaian tertutup atau panjang. (brs)

Editor: Yayu Fathilal

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU HARI INI