Innalillahi, Istri Guru Haderawi Meninggal Dunia Subuh Tadi

Abuya juga pernah menjadi santri Salafiah selama 9 tahun di Makkah al-Mukarramah (1978 – 1987) dan berguru dengan para ulama di sana, di antaranya Sayyid Muhammad Alwi al-Maliki, Syekh Muhammad Yasin al-Fadani dan KH. Abdul Karim al-Banjari.

Jemaah mengikuti shalat jenazah untuk KH Haderawi HK, Selasa (15/12/2020). (wartabanjar.com/wahyuni)
Jemaah mengikuti shalat jenazah untuk KH Haderawi HK, Selasa (15/12/2020). (wartabanjar.com/wahyuni)

Sepulang datang dari menimba ilmu di Makkah, Abuya banyak mendirikan Majelis Ta’lim, diantaranya Majelis Ta’lim “al-Futuhiyah” (1992), Majelis Ta’lim “Abdan Syakura” di Psar Pandu, Majelis Ta’lim “Darul Khairat” di Muara Anjir, Majelis Ta’lim “Raudhatul Rahmah” di Kertak Hanyar, Majelis Ta’lim “Hidayatus Shalihin” di Kompleks Beringin, dan lain-lain.

Atas kegigihan dan semangat dalam berdakwah dengan membuka sejumlah majelis ta’lim, beliau mendapatkan penghargaan “ASWADI AWARD” Kategori Da’i Majelis Taklim.

Abuya memiliki seorang istri, Hj Zuraidah, dan lima orang anak, H Akhmad Zaruqi atau H Walad, yang saat ini menjadi pimpinan majelis taklim Assirah Sukamara Landasan Ulin, Kota Banjarbaru. (why)

Editor : Hasby