Masya Allah, Guru Haderawi dan sang Istri Wafat Hanya Berselang Beberapa Jam

    WARTABANJAR.COM, KERTAK HANYAR – Sungguh kekuasaan Allah, apa yang dikehendaki oleh Allah, maka hal itulah yang terjadi’. Ini tentunya diidamkan oleh pasangan suami istri, sehidup-semati.

    Hal itulah yang terjadi pada pasangan tokoh ulama Banua, KH Haderawi HK, dan sang istri, Hj Zuraidah binti H Darmawan.

    Keduanya wafat hanya berselang sekitar beberapa jam.

    KH Haderawi, biasa dipanggil Guru Haderawi atau Abuya, meninggal dunia kemarin, Selasa (15/12/2020) sekitar pukul 01.15 dini hari.

    Dini hari tadi, Rabu (16/12/2020), sang istri wafat sekitar pukul 07.00 Wita.

    Keduanya dipanggil kehadirat Allah SWT hanya berselang sekitar 30 jam.

    Abuya dimakamkan kemarin siang setelah shalat zuhur di pemakaman Sekumpul.

    Sementara sang istri, saat ini jenazahnya disemayamkan di rumah duka, Jalan A Yani Km 8,5, Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar.

    KH Muhammad Haderawi bin Syekh H Muhammad Qadari Yusuf al-Banjari, lahir di Sungai Luang, Kecamatan Babirik, Amuntai, Senin, 25 Juli 1955 M (bertepatan dengan 5 Zulhijjah 1374 H).

    Tokoh ulama Banua yang akrab disapa Abuya ini, adalah pengasuh Pondok Pesantren Darussalam di Tatah Bangkal Luar.

    Abuya dikenal gemar mendirikan majelis taklim hingga mendapatkan penghargaan “ASWADI AWARD” Kategori Da’i Majelis Taklim.

    Abuya dan Hj Zuraidah memiliki lima orang anak, di antaranya H Akhmad Zaruqi atau H Walad, yang saat ini menjadi pimpinan majelis taklim Assirah Sukamara Landasan Ulin, Kota Banjarbaru. (edj)

    Baca Juga :   Peringati Harlah ke-8, Relawan Jurnal Komitmen Tingkatkan Pengolalaan di Indonesia

    Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com

    BERITA LAINNYA

    TERBARU HARI INI