Sindikat Joki SBMPTN Dibongkar Polrestabes Surabaya, Perempuan Asal Kalimantan ‘Masternya’

WARTABANJAR.COM, SURABAYA – Polisi berhasil membongkar sindikat perjokian masuk SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Komplotan ditangkap di Kampus UPN Veteran Jalan Rungkut Madya Gunung Anyar No. 01 Surabaya, pada Jum’at (20 Mei 2022) lalu.

Tujuh orang berhasil diamankan masing-masing berinisial, MJ, (40) Th, warga Surabaya, Kordinator atau bos sindikat joki, RHB, (23), MSN, (34), ASP, (38), MBBS, (29), MSME, (26), dan satu seorang perempuan RF, (20), warga Kalimantan, mereka berperan sebagai master Joki dari peserta UMPTN tersebut.

Dikatakan Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Achmad Yusep Gunawan, dari hasil penyelidikan, ketujuh orang yang dibekuk ini memiliki peran yang berbeda-beda.

“Untuk yang sudah kita tangkap dilakukan proses penyidikan sebanyak tujuh orang. Perannya adalah sebagai kordinator, operator, joki, broker dan ada yang berperan sebagai peserta,” kata Kapolrestabes, pada Jum’at (15/07/2022).

Yusep mengatakan, kelompok sindikat pelaku JOKI melakukan aksinya secara bersama-sama sesuai peran Masing-masing. Ada yang berperan sebagai JOKI menggantikan peserta yang tidak hadir atau tidak mengikuti Ujian. pembuat alat atau perangkai alat, Team briefing, team operator, dan team master.

“Adapun pelaku MSN bertugas pembuat alat perangkai bahan adalah dengan merangkai kabel di baju yang digunakan peserta, merangkai camera di kancing lengan baju para peserta hingga perangkat komunikasi microfon yang di pasang di telinga peserta maupun modem yang dipasang di kaki para peserta,” kata Yusep.

Kapolrestabes menguraikan, Dari team briefing berinisial ASP mereka memberikan arahan kepada para peserta tentang penggunaan alat tersebut, yang digunakan serta memasang perangkat di hotel yang di siapkan sebelum berangkat ke lokasi ujian.

“Untuk RHB bertugas sebagai operator mereka menscreenshot soal yang diperlihatkan oleh camera yang dibawa oleh peserta, kemudian di serahkan ke Master untuk dikerjakan melalui aplikasi whizaz, dan setelah di jawab di beritahukan jawabannya kepada peserta ujian dengan melalui microfon yang di pakai para peserta,” ungkap Yusep.

Yusep menambahkan, Sedangkan tugas team Master adalah mengerjakan soal ujian yang soalnya di dapat dari bagian operator, dan setelah di jawab di serahkan ke operator kembali melalui aplikasi line untuk selanjutnya oleh operator memberitahu ke para peserta ujian melalui microfon.