Evaluasi Raymond/Joaquin Usai Tur Eropa, Catatan Penting untuk Masa Depan

WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Pasangan ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, telah menyelesaikan rangkaian tur Eropa yang berlangsung sepanjang 3–22 Maret 2026. Mereka tampil di tiga turnamen besar yakni All England, Swiss Open, dan Orleans Masters. Dari ketiga ajang tersebut, hasil terbaik yang diraih adalah mencapai semifinal All England Super 1000, sebuah pencapaian yang menunjukkan potensi besar mereka sebagai ganda putra masa depan Indonesia.

Meski demikian, perjalanan mereka tidak selalu mulus. Di Swiss Open Super 300, Raymond/Joaquin harus terhenti di babak pertama, sementara di Orleans Masters langkah mereka terhenti di perempatfinal. Hasil ini menjadi bahan evaluasi penting, terutama terkait kemampuan adaptasi terhadap kondisi shuttlecock yang berbeda di setiap turnamen. Raymond menegaskan bahwa mereka belum bisa cepat menyesuaikan diri dengan karakteristik kok yang lebih berat di All England, lebih cepat di Swiss, dan lebih kencang di Orleans.

Selain faktor teknis, aspek mental juga menjadi sorotan. Joaquin menilai bahwa menjalani tiga turnamen beruntun dalam waktu singkat bukanlah hal mudah. “Tidak mudah menjalani tur Eropa yang tiga turnamen ini terutama dari segi menjaga fokus pikirannya. Ini harus dikuatkan lagi,” ujarnya. Evaluasi ini menunjukkan bahwa selain kemampuan teknis, pengendalian emosi dan konsistensi mental akan menjadi kunci penting bagi mereka untuk bersaing di level dunia.