WARTABANJAR.COM – Isu pendanaan kembali menjadi ganjalan serius bagi keberlangsungan sepak bola amatir di Kabupaten Tanah Bumbu.
Hal ini mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) gabungan komisi DPRD Tanah Bumbu yang digelar, Senin (26/1/2026), membahas nasib Liga Amatir 3 dan 4.
Rapat yang berlangsung di ruang gabungan DPRD itu menghadirkan berbagai pemangku kepentingan olahraga daerah, mulai dari Disbudporpar, KONI Tanah Bumbu, Askab PSSI Tanbu, hingga perwakilan klub, salah satunya Persepan Pagatan.
Baca Juga Nisfu Syaban 2026 Jatuh 3 Februari, Ini Makna, Dalil, Keutamaan, Doa, dan Amalan yang Dianjurkan
Dalam forum tersebut terungkap, keterbatasan anggaran menjadi masalah klasik yang belum menemukan solusi konkret. Ketua Persepan Pagatan, Mahluki, menyampaikan bahwa alokasi dana KONI yang relatif kecil harus dibagi ke puluhan cabang olahraga, sehingga pembinaan sepak bola amatir nyaris berjalan seadanya.
Kondisi itu diperparah dengan belum tersedianya sarana pertandingan yang layak. Stadion Pagatan yang selama ini menjadi tumpuan klub, disebut belum juga mendapat sentuhan perbaikan meski kerap masuk dalam wacana pembangunan daerah.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi I DPRD Tanah Bumbu, H. Bobby Rahman, menilai persoalan pendanaan olahraga tidak bisa terus dibebankan pada KONI semata.







