WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Laga pekan ke-10 PSBS Biak versus Persebaya Surabaya di Stadion Maguwoharjo, Sleman, berakhir tanpa pemenang 0–0 namun tidak tanpa drama. Dalam pertandingan Jumat (24/10/2025) sore WIB ini, wasit mengeluarkan sebanyak tiga kartu merah sehingga kedua tim bermain dalam kondisi terdampak jumlah pemain.
Persebaya lebih dulu menderita pukulan berat di babak pertama. Bek Leo Lelis diusir usai pelanggaran keras pada menit ke-32 yang divalidasi lewat VAR, dan tak lama kemudian Mikael Tata mendapatkan kartu kuning kedua saat injury time babak pertama sehingga “Bajul Ijo” terpaksa bermain dengan sembilan orang di babak kedua.
PSBS pun tak lepas dari permasalahan. Ketika laga memasuki menit ke-76, Nurhidayat Haji Haris menerima kartu kuning kedua sehingga tuan rumah hanya bermain dengan sepuluh pemain. Meskipun unggul jumlah di sebagian besar babak kedua, PSBS tetap gagal memecah kebuntuan dan mencetak gol.
Meski kalah dalam hal jumlah, Persebaya mampu bertahan dengan rapat hingga peluit akhir. Kiper Ernando Ari tampil gemilang dalam sejumlah kesempatan, membendung tekanan PSBS yang sering memanfaatkan keunggulan pemain. Hasil ini memperlihatkan bahwa penguasaan bola dan peluang tidak cukup tanpa efektivitas di depan gawang.
Hasil imbang 0–0 membawa implikasi kedua tim ke klasemen sementara: Persebaya harus puas dengan satu poin meski bermain dengan sembilan pemain, sedangkan PSBS juga gagal memanfaatkannya sebagai momentum untuk naik papan. Pertandingan ini pun menjadi sorotan bahwa disiplin dan kontrol emosi bermain sama pentingnya seperti taktik dalam menghindari kerugian angka. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)

