Safar Disebut Bulan Penuh Kesialan, Mitos atau Fakta?

WARTABANJAR.COM – Pada Sabtu, 26 Juli 2025 memasuki bulan Safar dalam kalender tahun Islam, Hijriyah.

Safar seringkali dikaitkan dengan berbagai mitos dan kepercayaan masyarakat. Salah satu mitos bulan Safar yang paling umum adalah bahwa bulan ini dianggap sebagai waktu yang penuh dengan kesialan atau bencana.

Aktivitas yang dilakukan pada bulan ini dipercaya akan membawa nasib buruk atau malapetaka.

Baca Juga

Mobil Polisi Tabrak Pengendara di Jalan A Yani km 21 Adalah Kendaraan Operasional Direktorat Samapta Polda Kalsel

Kepercayaan ini seringkali didasarkan pada adat dan budaya lokal, bukan pada ajaran Islam yang sahih.

Dikutip situs Baznas, kepercayaan lain yang berkembang adalah bahwa bulan Safar adalah waktu yang kurang baik untuk melangsungkan pernikahan atau memulai usaha baru.

Meskipun ada orang yang mengikuti tradisi ini, penting untuk diingat bahwa hal tersebut bukanlah ajaran Islam yang diterima secara luas.

Dalam sejarahnya, masyarakat Arab Jahiliyah menganggap Safar sebagai bulan kesialan. Hal tersebut tidak lepas dari keyakinan mereka bahwa Safar adalah salah satu jenis penyakit yang bersarang di dalam perut.

Tak hanya sampai di situ, mengutip penjelasan dalam buku Mengenal Nama Bulan dan Kalender Hijriah, masyarakat Arab Jahiliyah meyakini Safar sebagai bulan yang penuh kejelekan.

Sebagian masyarakat berpendapat, Safar adalah jenis angin berawak panas yang menyerang bagian perut dan mengakibatkan orang yang terkena menjadi sakit.

Keyakinan terhadap hal-hal tersebut dibantahkan manakala Islam datang.

Baca Juga :   Sejuta Vaksin HPV di Banjarbaru, Catat Jadwalnya

Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com

BERITA LAINNYA

TERBARU HARI INI

paling banyak dibaca