WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Jika ada yang mengatakan Kalimantan Bebas Gempa Bumi itu bohong! Pasalnya, Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, selama periode 22-28 Maret 2024 pulau Dayak itu digoyang gempa bumi sebanyak 11 kali.
Hal itu berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan. Meski demikian, gempa di sana terhitung bukan skala besar karena paling kuat di angka 4,3 magnitudo.
Nampaknya masyarakat telah salah mempersepsikan pernyataan Presiden Joko Widodo alias Jokowi pada 2019 lalu. Presiden Jokowi kala itu mengumumkan ibu kota negara akan pindah ke Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.
Presiden kala itu menyebut, lokasi ibu kota baru yang paling ideal adalah di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Beberapa alasan dipilihnya dua lokasi ini menurut Presiden karena minimnya resiko bencana alam, bukan bebas dari bencana alam.
Baca juga: Tips Mudik Lebaran Aman saat Hadapi Cuaca Ekstrem







