WARTABANJAR.COM – Penyakit jantung bisa menyerang siapa saja, termasuk mereka yang memiliki usia 20-30 tahun.
Risiko penyakit jantung akan semakin tinggi ketika Anda memiliki kebiasaan merokok dan memiliki riwayat tekanan darah tinggi serta kolesterol.
Penyakit jantung di usia muda bisa dicegah dengan melakukan pola hidup sehat, seperti rajin berolahraga dan menjaga berat badan yang ideal.
Maski dapat menyerang siapa saja, namun pada wanita gangguan kesehatan ini lebih mematikan.
Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes), wanita berpeluang dua kali lebih tinggi meninggal dunia dalam setahun setelah menderita serangan jantung dibanding pria.
Hasil tersebut didapatkan dari penelitian oleh Universitas Leeds di Inggris dan Institut Karolinska di Swedia. Mereka menjelaskan bahwa ini terjadi karena wanita cenderung tidak mendapat layanan pengobatan yang sama dengan pria.
Untuk mencegah kejadian buruk tersebut terjadi, wanita harus waspada dan memahami gejala serangan jantung.
Semakin cepat mendapatkan penanganan, penderita serangan jantung berpotensi lebih tinggi sembuh dan dapat beraktivitas seperti semula.
BACA JUGA: Tissa Biani Berduka, Ayahnya Meninggal Dunia Karena Serangan Jantung
Lalu, bagaimana gejala serangan jantung yang dialami wanita?
Gejala serangan jantung pada wanita
Menurut WebMD, tidak setiap wanita yang mengalami serangan jantung akan menunjukkan gejalanya. Banyak wanita yang bahkan menganggapnya bukan penyakit serius.
Berikut gejala serangan jantung yang bisa dialami wanita:
Nyeri dada atau rasa tidak nyaman
Nyeri punggung atas, leher
Nyeri pada salah satu atau kedua lengan
Sesak napas
Mual atau muntah
Berkeringat
Sakit kepala, pusing, atau pingsan
Kelelahan ekstrim
Perasaan kenyang
Masalah tidur
Keluar keringat dingin
Kecemasan seperti serangan panik
Dada berdebar-debar (palpitasi)
Pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, atau perut
Batuk atau mengi yang berlebihan
Wanita yang terkena serangan jantung akan merasa nyeri seperti diremas atau sedak. Rasa sakitnya bisa di mana saja, tidak hanya di dada sebelah kiri.
Secara bertahap, anggota tubuh lain mulai terasa sakit tanpa alasan yang jelas. Pada wanita umumnya terjadi di lengan, punggung, leher, atau rahang. Rasa sakit ini juga dapat terasa ketika tidur.
Sakit perut, sesak napas, pusing, berkeringat, dan kelelahan juga sering dianggap bukan sebagai gejala serangan jantung.
Namun, jika seorang wanita mengalami kondisi ini tanpa alasan, lebih sakit dari biasanya, dan ditambah gejala lainnya, maka dapat menunjukkan serangan jantung.
Risiko penyakit jantung pada wanita
Ilustrasi hipertensi saat hamil dapat berisiko terkena serangan jantung.
Lihat Foto
Ilustrasi hipertensi saat hamil dapat berisiko terkena serangan jantung.()
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menyebutkan, wanita lebih berisiko terkena gangguan jantung karena memiliki kondisi tubuh tertentu.
Berikut risiko yang menyebabkan wanita terkena penyakit jantung:
Memiliki tekanan darah tinggi
Wanita kulit hitam mungkin memiliki tekanan darah lebih tinggi daripada wanita kulit putih
Ibu hamil dengan tekanan darah tinggi
Kolesterol tinggi
Merokok
Diabetes
Kelebihan berat badan
Pola makan yang tidak sehat
Tidak aktif bergerak
Minum terlalu banyak alkohol
Stres dan depresi
Sebelum berusia 11 tahun
Menopause dini sebelum usia 40 tahun
Sindrom ovarium polikistik
Persalinan prematur
Melahirkan bayi dengan berat terlalu rendah atau tinggi
Riwayat keluarga dengan penyakit jantung dini
Penyakit radang, seperti artritis reumatoid, lupus, dan sebagainya
BACA JUGA: Beri 4 Tembakan ke Pencuri Batu Bara di Tongkang, Timah Panas Polisi Mengenai Jantung Remaja
Pencegahan
Untuk menghindari serangan jantung atau penyakit kardiovaskular lainnya, setiap wanita harus menjalani gaya hidup sehat.
Mayo Clinic memberikan sejumlah tips yang dapat dilakukan wanita untuk mencegah masalah pada jantung, sebagai berikut:
Makan makanan yang sehat: Pilih biji-bijian utuh, buah-buahan dan sayuran, produk susu rendah lemak, dan daging tanpa lemak. Hindari lemak jenuh, gula tambahan, dan garam berlebihan.
Olahraga: Berjalan cepat selama 30 menit setiap hari dalam seminggu serta menjaga berat badan ideal.
Kelola stres: Olahraga, meditasi, dan berhubungan dengan orang lain untuk meredakan stres.
Berhenti merokok: berhenti atau hindari paparan asap rokok.
Alkohol: Hindari atau batasi alkohol maksimal satu gelas sehari untuk wanita dewasa.
Pengobatan masalah kesehatan: Penderita hipertensi, kolesterol, atau diabetes harus menjalani perawatan agar tidak menjadi risiko penyakit jantung.
Wanita yang menderita serangan jantung akan mendapatkan pengobatan dan rehabilitasi agar mampu kembali beraktivitas dengan normal.(wartabanjar.com/berbagai sumber)
editor : didik tm
Tak Banyak yang Tahu! Serangan Jantung pada Wanita, Lebih Mematikan daripada Pria
Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com