WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Persiapan haul ke-18 Abah Guru Sekumpul atau KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani tidak hanya terkait acara pokok, yang dilaksanakan di kediaman pribadin Gubernur H Sahbirin Noor, Kampung Keramat, Martapura Timur, Kabupaten Banjar, pada Kamis (26/1/2023) malam.
Hal lain yang tidak secara langsung bersentuhan dengan acara pokok juga menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui SKPD terkait.
Seperti sampah, terutama usai pelaksanaan haul yang dipastikan volumenya lebih banyak dibanding hari biasa.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana, mengatakan dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, haul Guru Sekumpul ini sangat mendapatkan atensi dari seluruh lapisan masyarakat Indonesia maupun internasional.
“Jumlah jemaah yang datang pada saat kegiatan tahun hampir jutaan, sehingga tonase sampah sungguh luar biasa. Tahun lalu karena kegiatannya normal dan kami melakukan treatment khusus untuk pengelolaan sampah, maka kami memberi stiker pada truk yang mengangkut sampah dari kegiatan tersebut,” kata Hanifah, Banjarbaru, Selasa (24/1/2023).
Baca juga: Dishub Kalsel Siapkan Jalur Khusus Tamu VVIP di Haul Abah Guru Sekumpul
Dikatakan Hanifah, pada tahun ini pihaknya juga akan memberlakukan hal tersebut karena dirinya meyakini produksi sampah sangat luar biasa.
“Mengingat kegiatan Haul di Teluk Selong yang mana jalan relatif kecil sehingga peluang mobilisasi truk sampah maupun pick up sampah sangat terbatas, sehingga kami menyiapkan kantong TPS yang ada di beberapa titik di lokasi sekitaran kegiatan, yaitu di Desa Tungkaran untuk wilayah titik acara, kemudian di Desa Indrasari untuk wilayah Sekumpul kami perdayakan TPS di sana serta di Astambul,” ucap Hanifah.