WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Hanya tinggal menunggu waktu bagi Polres Batola untuk menetapkan sekaligus mengumumkan tersangka kasus meninggalnya dua siswa MTs Al Furqan, Banjarmasin.

Kedua siswa itu meninggal karena tenggelam di lokasi perkemahan akbar yang diadakan MTs Al Furqan di area kampus Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB), dua bulan lalu.

Polres Batola telah melakukan gelar perkara dan meningkatkan status kasus tersebut menjadi penyidikan.

Polisi disebutkan menemukan adanya indikasi atau dugaan tindak pidana berupa kelalaian atau kealpaan dalam peristiwa ini hingga merenggut dua nyawa siswa.

“Kami sudah melaksanakan gelar perkara, dan saat ini dalam tahap penetapan tersangka,” kata Kapolres Batola, AKBP Susilawati dalam rilis yang dikutip Jumat (6/11/2026).

AKBP Susilawati memperkirakan ada beberapa orang calon tersangka dalam perkara ini. 

Baca Juga: Belasan Orang Diperiksa, Polisi Telisik Kematian Siswa MTs Al Furqan Banjarmasin di Kemah Akbar

Baca Juga: Celana Putih Ria Ricis di Lokasi Bekas Karhutla Banjarbaru Jadi Sorotan, Netizen Terbelah

Namun, tim penyidik akan meminta keterangan saksi ahli sebelum penetapan tersangka.

“Kemungkinan ada lebih dari satu tersangka. Tapi kami masih menunggu ahli, baik itu hukum maupun administrasi,” katanya.

Dalam pengungkapan kasus ini, sudah ada puluhan saksi yang dimintai keterangan.

Sejumlah barang bukti pun telah diamankan. 

“Untuk saksi yang sudah diperiksa sebanyak 22 orang. Mulai dari pemilik yayasan, para guru dan kerabat korban. Dan keterangan saksi maupun bukti-bukti sudah kami kumpulkan,” kata AKBP Susilawati.

Seperti diketahui, dua siswa MTs Al Furqan Banjarmasin, yaitu Rizqi Adly Fakhrian (13) dan M Farhan Alkatiri (13) meninggal karena tenggelam di kolam area kampus UMB, Batola pada 6 September 2026.

Usai engikuti permainan berlumpur, kedua siswa itu kabarnya membersihkan diri ke area kolam atau danau di bagian belakang area kampus.

Kabarnya, sempat ada rekan korban yang memberitahu kejadian tersebut kepada guru pendamping tetapi lambat direspon karena dikira bercanda. (wartabanjar.com)